Kamis, April 2, 2026

Kelangkaan Solar Parah di Batu Bara, Nelayan Tanjung Tiram Terancam Tak Melaut Jelang Ramadan

Batu BaraKelangkaan Solar Parah di Batu Bara, Nelayan Tanjung Tiram Terancam Tak Melaut Jelang Ramadan

Madanews.id Batu Bara : Kelangkaan Minyak Solar Di Kabupaten Batu Bara kian memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat nelayan, khususnya di Kecamatan Tanjung Tiram dan wilayah pesisir sekitarnya. Kondisi ini membuat banyak nelayan terpaksa tidak berangkat melaut karena tidak mendapatkan bahan bakar solar yang menjadi kebutuhan utama untuk operasional kapal. Minggu 08 Febuari ( 08/02/2026)

Sejumlah nelayan mengeluhkan sulitnya memperoleh solar dalam beberapa pekan terakhir. Kalaupun tersedia, harganya dinilai tidak lagi sesuai dengan ketentuan dan sangat memberatkan. Akibatnya, aktivitas melaut yang menjadi sumber utama penghasilan nelayan lumpuh hampir sepenuhnya.

“Solar susah sekali, kalaupun ada harganya mahal. Kami mau melaut bagaimana? Tanpa solar, kapal tidak bisa jalan,” keluh salah seorang nelayan Tanjung Tiram.

Kelangkaan ini memicu kekecewaan dan keresahan mendalam di kalangan nelayan Batu Bara, terlebih kondisi tersebut terjadi menjelang bulan suci Ramadan. Di saat kebutuhan ekonomi rumah tangga meningkat, para nelayan justru kehilangan sumber penghasilan harian mereka.

Masyarakat nelayan menilai pemerintah daerah dan instansi terkait belum menunjukkan langkah konkret dalam mengatasi persoalan ini. Distribusi solar bersubsidi dinilai tidak tepat sasaran dan diduga terjadi penyimpangan di lapangan, sehingga nelayan kecil kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kami ini nelayan kecil, bukan pengusaha besar. Tapi kenapa selalu kami yang kesulitan dapat solar? Kami minta pemerintah serius turun tangan,” ujar nelayan lainnya dengan nada kecewa.

Kelangkaan solar ini bukan hanya berdampak pada nelayan, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan ikan di pasar-pasar tradisional Batu Bara. Jika kondisi ini terus berlarut, harga ikan diperkirakan akan melonjak, sehingga masyarakat luas ikut merasakan dampaknya.

Nelayan dan masyarakat pesisir berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menertibkan distribusi solar bersubsidi. Mereka menuntut adanya pengawasan ketat dan solusi nyata agar nelayan dapat kembali melaut dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, khususnya menjelang Ramadan.

Jika tidak segera ditangani, kelangkaan solar ini dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat nelayan di Kabupaten Batu Bara.

( Mada.id )

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles