Madanews.id.Batu Bara — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH) Kabupaten Batu Bara menggelar kegiatan sosialisasi dan peninjauan lapangan terkait kawasan perumahan rawan bencana. Agenda ini
Agenda ini berlangsung di Aula Hotel Grand Melaka, Jalan Selamat Datang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kamis (04/12/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Batu Bara, H. Baharudin Siagian, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa isu kerawanan bencana pada kawasan perumahan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama pemerintah daerah dan pengembang perumahan. Bupati menyampaikan bahwa berbagai kejadian banjir, abrasi, dan kerusakan lingkungan belakangan ini menjadi alarm penting untuk memperkuat langkah mitigasi dan pengawasan.
“Pemerintah daerah harus hadir memastikan setiap pengembangan kawasan perumahan memenuhi standar keamanan lingkungan. Masyarakat berhak mendapatkan hunian yang layak, aman, dan tidak berada dalam ancaman risiko bencana,” ujar Bupati dalam arahannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Asisten Ekonomi, Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara, serta Kepala Bidang Perumahan, Gunawan Sinaga, ST, yang memaparkan kondisi terbaru terkait peta kerawanan perumahan di beberapa kecamatan. Ia menjelaskan bahwa sejumlah titik permukiman di Batu Bara teridentifikasi berada pada zona rawan banjir musiman maupun pergeseran tanah, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh.
Gunawan menambahkan bahwa Disperkim-LH telah melakukan pendataan awal dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap perumahan baru mengikuti standar tata ruang, drainase, serta kelayakan lingkungan. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh perumahan yang berdiri di Batu Bara sesuai ketentuan. Tidak boleh ada lagi pembangunan di zona yang tidak direkomendasikan,” tegasnya.
Sosialisasi ini menghadirkan peserta dari perangkat daerah, perwakilan kecamatan, para pengembang perumahan, hingga masyarakat. Mereka diberikan materi mengenai regulasi pembangunan perumahan, analisis risiko bencana, perlindungan lingkungan, hingga mekanisme pelaporan jika ditemukan potensi pelanggaran di lapangan.
Selain kegiatan pemaparan, Disperkim-LH juga menjadwalkan peninjauan langsung ke beberapa titik yang selama ini menjadi sorotan karena kerap terdampak banjir dan genangan. Peninjauan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun rekomendasi teknis, perbaikan fasilitas umum, dan evaluasi perizinan perumahan.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pihak mengenai pentingnya pembangunan kawasan hunian yang aman dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Batu Bara menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan, memperbaiki tata ruang, serta memberikan tindakan tegas terhadap pihak yang melanggar ketentuan pembangunan permukiman.
Dengan adanya sosialisasi dan langkah evaluasi ini, Bupati berharap kualitas permukiman di Batu Bara dapat terus meningkat dan masyarakat merasa lebih terlindungi dari potensi bencana di masa mendatang.
(Tim/Mada.id)



